Pages

Rabu, Oktober 20, 2010

Surat Cinta untuk Ayah dan Bunda

Semalam, aku mendapat pesan singkat dari seorang wali kelas yang begitu sayang terhadap anak muridnya. Yang mengingatkanku pada sebuah cerita atau lebih tepatnya pengalaman yang pernah ku alami belum lama ini.

Kemarin, aku melihat kaki adikku terluka. Katanya, dia baru saja tersandung kerikil kecil di jalanan yang ia lewati dan kerikil itu masuk ke kakinya. Kemudian, ia mencoba mengeluarkanRata Penuh kerikil itu dari kakinya seorang diri dengan menahan sakit.

Aku dan ibuku merasa iba melihatnya. Kemudian ibuku berkata, " Sini biar mama bantu,," Tapi kemudian, adikku menolak tawaran ibuku karena ia khawatir rasanya akan lebih sakit. Padahal, ia belum mencuci kaki dan tangannya sepulang sekolah tadi, maka kemungkinan terinfeksi pun lebih besar. Namun adikku tidak menyadari hal itu.

Karena gemas melihat adikku yang terlalu lama mengurusi lukanya (sementara ia belum makan siang), akhirnya ibuku segera bergegas menghampiri adikku -tanpa izin adikku, tentunya- dan membantu mengeluarkan kerikil itu dari kakinya. Kontan saja, adikku menjerit. Tapi itu hanya sementara, dan kemudian adikku tersenyum. Katanya, "Sekarang udah nggak sakit lagi,,"

Aku tersenyum jengkel melihat ulahnya yang menyebalkan itu. Padahal niat ibu kan baik, tapi malah ditolak. Dan aku berkata dalam hatiku, " Dasar anak kecil, dibantuin nggak mau. Padahal kan niat ibu baik, dianya aja nggak tau.. "

Belum selesai aku bicara, aku sadar dengan apa yang baru saja ku katakan. Sepertinya selama ini aku terlalu bertingkah kekanak-kanakkan dan sering kali marah, ketika orang tuaku terlalu mencampuri urusanku, padahal sebenarnya niat mereka baik. Hanya saja aku tak pernah menangkap nait baik itu.

Ya Rabb.. kini aku sadar, betapa banyak perbuatan buruk yang kulakukan terhadap mereka. Mereka hidup lebih lama dariku dan tentunya mereka punya pengalaman lebih banyak dariku.
Bukan hal yang tidak mungkin apabila apa yang kurasakan saat ini, pernah mereka rasakan ketika mereka muda dulu, dan mereka hanya ingin berbagi pelajaran denganku agar aku tidak salah mengambil keputusan.

Kadang, sering kita merasa, ketika hati mulai luluh mengingat, betapa banyaknya kebaikan yang diberikan orang tua kita kepada kita, tiba-tiba hati kita menyangkal semua itu. Kita teringat saat-saat di mana kita merasa, orang tua kita bersikap tidak adil terhadap kita. Memarahi kita. Tapi, itu semua wajar, kan??

Wajar apabila mereka berbuat kesalahan, mereka kan juga manusia. Sama seperti kita...

Sahabatku, yuk kita renungi lagi.. seberapa sering kita telah menyakiti hati orang tua dengan perbuatan dan perkataan kita yang kasar?? Seberapa sering kita mengumpat dan menggerutu ketika ada keinginan kita yang tak dapat mereka penuhi?? Seberapa seringkah??

Kalau kau pandai menghitung, hitunglah,, berapa banyak biaya yang telah dikeluarkan oleh orangtuamu untuk memberimu makan setiap harinya bertahun-tahun hingga umurmu yang sekarang?? Berapa banyak air mata yang mereka teteskan ketika melihatmu lemah tak berdaya karena sakit, ataupun ketika mereka berdoa memohon pada Allah agar kau selalu diberi kemudahan dalam menggapai cita-citamu, agar kau dijadikan anak baik dan berbakti pada mereka, agar kau selalu dilindungiNya di manapun kau berada..

Dapatkah kau hitung limpahan kasih sayang yang tercurah untukmu semenjak kau masih di buaian?? Dapatkah kau hitung semua itu saudaraku??

Kau jarang sekali, bahkan tak pernah merasakan apa yang mereka rasakan, memikirkan apa yang mereka butuhkan, atau sekedar tau apa yang dapat membuat mereka bahagia..

Ajal tak pernah menunggu hingga semua salah dan dosamu dimaafkan oleh orang-orang di sekelilingmu. Ia datang tanpa kita tau kapan dan di mana. Begitu juga, terhadap ayah dan ibumu. Sebelum terlambat, saudaraku.. Jika kini mereka dekat denganmu, peluklah mereka segera. Kecup pipi kanan dan kirinya. Katakan kau sayang mereka dengan tulus ikhlas dan penuh mesra. Katakanlah sejujurnya, hingga derai air matamu lembut membasahi pipimu. Jika mereka jauh namun kau sempat untuk menemui mereka, segeralah pulang. Atau, hubungi mereka segera. Katakan kau cinta dan mintalah maaf atas semua kesalahan yang kau buat pada mereka di masa lampau. Berdoalah pada Allah, agar kau dan mereka, masih diberi umur untuk dapat kembali bersua.

Kata terakhir dariku, terima kasih untuk seluruh ayah dan ibu di dunia..

Tanpa kehadiran kalian, takkan ada generasi-generasi penerus yang hebat yang dapat membuat dunia berkembang.

Special for My Mom and My Dad, please accept my apologizes, and thanks for all things you've done, you've given. you've sacrified for me..
Your love will never be replied..
: )
Baca selengkapnya >>

Rabu, September 22, 2010

Batas Kewajaran

Dunia, engkau indah ketika aku bahagia
Semua terasa menyenangkan dan berseri..
Tetapi, mengapa engkau jahat ketika aku berduka??
Semua terasa begitu sepi, tak ada yang peduli..

Aku, ingin sesuatu yang normal
Tak ada bahagia atau sedih
Menyenangkan atau kesepian
Semua biar ditelan kewajaran
Oleh wajah-wajah tanpa ekspresi
Yang mencari dunia di balik kekosongan
Asa dan angan-angan

Ketika surga tak didamba, dan neraka dibiar saja
Tak ada peduli, tak ada simpati
Semua mengejar dunia yang kosong melompong
Bak kepompong yang ditinggal kupu-kupu terbang
Laksana ember yang airnya tumpah karena pecah
Dan layaknya tangan yang memegang jari jemarinya

Tapi, itu bosan
Itu hampa, hambar tak berasa
Apa arti hidup tanpa rasa ?
Seperti sayur tak bergaram
Tak ada sunyi, sepi, kelam
Harapan, cahaya, hingar bingar, kejam
Semuanya jadi bosan
Bosan..
Mungkin memang harus ada sedih dan bahagia
Ada atas dan bawah
Pedih lara dan sukacita
Baru ada rasanya, manis asam, asin, pahit
Dan itulah..
Yang ingin kurasa dan harus kurasa


(Hehhe.. peace ah!! Puisinya nggak jelas.. )
Baca selengkapnya >>

Kamis, Agustus 05, 2010

Mengikhlaskan niat (ikhlassunniyat)

katakanlah,"Tuhanku Menyuruhku berlaku adil.Hadapkanlah wajahmu (kepada Allah) pada setiap shalat,dan sembahlahDia dengan mengikhlaskbn ibadah semata-mata hanya kepada-Nya.Kamu akan dkembalikan kepada-Nya sebagaimana kamu diciptakan semula" (QS Al A'raf : 29)
Baca selengkapnya >>

Senin, Juli 26, 2010

little asoka (Biarkanlah gadis kecil ini sejenak bicara tentang cinta..)

Aku,, bukan lagi sebuah bunga yang mekar..
Aku,, kehabisan madu untuk menarik lebah mengunjungiku,,
Aku,, layu tanpa matahari yang selalu baik hati,,
Sebelum wangi, aku kuncup lagi,,

Di sanalah para kumbang beterbangan,,
Di kelopak indah sang mawar mekar,,
Seiring dengan wanginya yang menyemangati jiwa,,
bagi siapa pun yang berkunjung pada putik-putik kecilnya,,
Kandas ombak di tepi karang,,
bagai perahu tak punya labuhan,,
ku lihat diriku di antara rumput-rumput liar yang merumpun menutup pagar,,
Kini aku bagai bayang kelabu masa lalu,,
Baca selengkapnya >>

empty street

you came when i tried to close my love story,,
but you knocked me and asked me to open this,
i said,"no more wanted."
but you tried to trust me, "i'll give u something else."

something buried has went out.
u delivered me a new story,
while i was confusing how could i stop this,
she took my hand n told me that,"someone must be like me."

u were in front of me, n she was too,
i prayed silently, hoped nothing happened.
but you took her hand, not me,
then left me alone on that empty street.
Baca selengkapnya >>

Sabtu, Juli 17, 2010

Kau Melihat Dunia Hanya Sebatas Pandanganmu

Ingatkah engkau ketika dahulu engkau mulai belajar berjalan ? Ketika engkau mulai melangkahkan kakkimu setapak demi setapak ? Ingatkah engkau, ketika engkau pertama kali memandang segala sesuatu dari kakimu yang mungil ? Segala sesuatu tampak begitu jauh dan tak terjangkau oleh tangan-tangan mungilmu. Kaki kursi maupun kaki bangku seakan-akan tongkat untuk menahanmu tetap berdiri.

Di bawah meja makan merupakan tempat favoritmu, meja makan cukup untuk menudungi kepalamu. Kau menengadah ke atas dan melihat lampu-lampu indah, kau takjub dan kagum melihatnya, lalu kau mengulurkan tanganmu untuk menjangkaunya. Tapi kau tak sanggup. Segala sesuatu nampak begitu jauh dan tak terjangkau bagi tangan dan kaki mungilmu yang berusaha untuk menggapainya.

Lalu kau mendengar sebuah suara memangggilmu. Kau mencari berkeliling dengan tertatih-tatih, tapi kau tidak menemukannya. Suara itu memanggilmu lagi. Kau semakin penasaran dan menjejakkan kakimu ke lantai-lantai cepat-cepat untuk mencari sumber suara itu. Tangan dan kaki kecilmu berusaha menjaga keseimbanganmu ketika kau berlari untuk menemukan siapa yang memanggilmu.

Suara yang begitu lembut, suara yang kau tau berasal dari oang yang mengasihimu. Suara yang sama terdengar memanggilmu lagi, kau memandang sekelilingmu sekali lagi, tapi kau tetap tidak menemukan suara itu. Yang aku lihat disekitarmu hanyalah mainan mobil-mobilanmu yang berserakan, 4 buah kaki kursi, sebuah balon, beberapa buah buku, krayon dan nah akhirnya, tempat favoritmu, meja makan.

Kau berlari dan melongok ke bawah meja makan, kalau-kalau sumber suara itu berasal dari sana. Dan kau mendengar suara itu sekali lagi, disertai dengan tawa yang lembut.

"Kemana kau mencari anakku? Lihat! Aku ada di atasmu."

Kau pun mendongakkan kepalamu dan melihat sumber suara itu. Ibumu berdiri di hadapanmu dan tersenyum melihatmu. Kau pun tersenyum dan berpikir,"Hei, lihat aku dapat menemukanmu."

Lalu kau mengulurkan tangan mungilmu, mencoba menggapainya. Mencoba menciumnya, mencoba memegang tangannya. Namun, aduhh!!tanganmu tidak dapat mencapainya.

Tiba-tiba ibumu terasa begitu jauh darimu. Ia berdiri menjulang tinggi dan tak dapat kau raih. Kau mulai kecewa dan menangis. Kau menginginkan ibumu!! Kau ingin menciumnya, memegang pipinya, kau ingin menarik rambutnya. Kau menginginkan ibumu, tapi kau tidak dapat mencapainya.. Ibumu terasa begitu jauh.

Dan tiba-tiba kau merasa tubuhmu terangkat. Ada sepasang tangna yang memegang pinggang kecilmu. Kau melihat ibumu tersenyum dan berkata,"Nah, aku menemukanmu!" Kau menggapai dengan tanganmu, dan HEI lihat, sorakmu. Kau bisa memegang pipinya. Ia tertawa ketika tangan-tangan mungilmu memgang pipinya. Bahkan ketika salah satu tanganmu menarik rambutnya.. Ia tertawa dan menarik kau mendekat kepadanya dan mencium pipimu. Kau tertawa kesenangan. Akhirnya kau bisa meraih ibumu. Oh tidak, akhirnya ibumu bisa meraihmu dan mendekapmu.

Berapa sering kita merasa bahwa Tuhan begitu jauh dan tidak terjangkau bagi tangan-tangan kita ? Atau mungkin kita ngin sekali menjangkau-Nya tapi.. uppss, tanganmu kurang panjang. Kaki-kakimu kurang tinggi untuk daat menjangkau-Nya.

Pernahkah kita merasa bahwa Tuhan jauh dari kita, kita berpikir dan membayangkan diri kita seperti anak kecil dengan pandangan yang serba terbatas sehingga kita tidak bisa melihat bahwa sesungghunya kita ada di bawah kaki-Nya!! Kita ada kurang dari 10 cm dari hadapan-Nya. Pandangan kita sangat terbatas. Tidak seperti pandangan-Nya!! Pada pandangan-Nya, kita begitu dekat sehingga tangan-tangan-Nya bisa menjangkau dan menarik kita mendekat pada-Nya.

Bagi-Nya begitu dekat, sehiangga bunyi nafas kita pun terdengar oleh-Nya. Ketika Ia menundukkan kepala-Nya, ada kita di dekat kaki-Nya. Ia tersenyum dan tertawa ketika melihatmu mencari-cari-Nya, padahal kau ada di dekat kaki-Nya. Dan akhirnya, ia mengangkat pinggangmu, membawamu naik untuk dapat menciummu. Untuk membiarkanmu memegang pipi-Nya, untuk membiarkanmu menarik rambut-Nya. Ia ada dekat sekali denganmu. Yang kau perlukan hanyalah menjlurkan tanganmu ke atas, menengadahkan kepalamu, dan Ia akan mengangkatmu ke atas. Ia akan membungkuk dan mengulurkan tangan-Nya.

Jika kau merasa begitu jauh dari-Nya, INGAT, KAU ADA DI DEKAT KAKI-NYA!! INGATLAH, KAU MAKHLUK CIPTAANNYA. ITULAH KUNCI SUKSES YANG LEBIH BAIK. JANGAN PERNAH MENYERAH!!
Baca selengkapnya >>

Selasa, Juli 13, 2010

Masuk sekolah lagi deh..

Uwwah... masuk sekolah lagi, tugas numpuk lagi. Ada apa nih??
Oh, ternyata sudah kelas 12 toh, he2, sedikit pamer. Kelas 12, tugas makin berat (tugasnya adalah memikirkan kelanjutan setelah lulus sekolah nanti). And, tadi sempat ditanya guru, punya plan apa lulus SMK nanti? Mau berwirausaha apa? Apa yang mau kamu jual?Wah, serentet pertanyaan ini sempat bikin kelas sepi kaya kuburan, gara-gara masing-masing anak sibuk mikir, mau apa ya? mau apa ya? Ha2, sibuk mikirin jawaban yang tepat, sampe lupa kalau bu guru nungguin jawabannya. He2, sorry madam..
Do you know what? beberapa temen yang sudah ditanya ada yang bilang, dia bisa jual masakannnya, cause katanya dia bisa bikin keripik kentang yang enak. Then me? It was lucky for me, soalnya dia nggak nanya aku. Sebenernya sih, mau jawab, aku mau jadi penulis. Kan bisa sekalian freelance gitu, he2. Padahal nggak yakin ada penerbit yang mau menerima tulisanku.
Okey, sekalian promosi aja yah, kalau mau ada yang edit-edit foto gitu, he2, maaf, mungkin nggak bisa bagus-bagus, tapi lumayan lah, bolehlah kirim ke email ini : lorange014@live.com
Yang pasti ada biayanya lho.. Tapi, nggak akan ngambil biaya mahal-mahal kok, tenang aja, namanya juga pemula. So,finally, see you next time.. : )
Baca selengkapnya >>